Phone no: (021) 7989671 or email us: info@zahra-itsolution.com
Posted on 14 August 2024
Laravel adalah salah satu framework PHP yang paling populer, dikenal karena kemudahan penggunaannya dan berbagai fitur canggih yang membantu mempercepat pengembangan aplikasi web. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menginstal Laravel dan mengonfigurasi file .env
untuk menghubungkan aplikasi Anda dengan database.
Prasyarat
Sebelum kita mulai, pastikan Anda sudah menginstal beberapa perangkat lunak berikut:
Langkah 1: Instalasi Laravel
Langkah pertama untuk memulai proyek Laravel adalah menginstal Laravel itu sendiri. Laravel dapat diinstall melalui Composer, sebuah tool yang akan mengelola dependencies dalam proyek Anda.
Buka terminal dan jalankan perintah berikut untuk menginstal Laravel:
composer create-project --prefer-dist laravel/laravel nama_project_kamu
Perintah ini akan membuat folder baru bernama nama_project_kamu
yang berisi instalasi dasar Laravel.
Masuk ke direktori proyek:
cd nama_project_kamu
Jalankan server development Laravel untuk memastikan instalasi berhasil:
php artisan serve
Setelah perintah ini dijalankan, Anda dapat mengakses aplikasi Laravel yang baru diinstall melalui browser dengan membuka http://localhost:8000
. Anda akan melihat halaman selamat datang Laravel jika semuanya berjalan dengan baik.
Langkah 2: Konfigurasi Database
Setelah Laravel berhasil diinstall, langkah berikutnya adalah mengonfigurasi koneksi database. Laravel menggunakan file .env
untuk mengelola pengaturan lingkungan seperti konfigurasi database.
Buka file .env
di editor teks favorit Anda. Anda akan menemukan berbagai pengaturan yang dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan aplikasi Anda.
Cari bagian yang mengatur koneksi database. Biasanya, bagian ini terlihat seperti berikut:
DB_CONNECTION=mysql DB_HOST=127.0.0.1 DB_PORT=3306 DB_DATABASE=nama_database DB_USERNAME=root DB_PASSWORD=password
Sesuaikan pengaturan ini dengan informasi database Anda:
DB_CONNECTION
: Jenis database yang Anda gunakan (mysql
, pgsql
, sqlite
, dll.).DB_HOST
: Alamat host database (biasanya 127.0.0.1
untuk lokal).DB_PORT
: Port database (default 3306
untuk MySQL).DB_DATABASE
: Nama database yang akan digunakan.DB_USERNAME
: Nama pengguna database.DB_PASSWORD
: Kata sandi untuk pengguna database.Sebagai contoh, jika Anda menggunakan MySQL dengan database bernama manajemen_mahasiswa
, konfigurasi .env
Anda akan terlihat seperti ini:
DB_CONNECTION=mysql DB_HOST=127.0.0.1 DB_PORT=3306 DB_DATABASE=manajemen_mahasiswa DB_USERNAME=root DB_PASSWORD=yourpassword
Simpan perubahan yang telah Anda buat pada file .env
.
Dalam artikel ini, kita telah melalui langkah-langkah dasar untuk menginstall Laravel dan mengonfigurasi koneksi database menggunakan file .env
. Dengan langkah-langkah ini, Anda telah siap untuk mulai mengembangkan aplikasi web menggunakan Laravel. Pada artikel berikutnya, kita akan membahas cara membuat migration dan model untuk membangun struktur database yang lebih kompleks.
Tetap semangat belajar dan selamat mengembangkan aplikasi Anda dengan Laravel!
Baca juga:
Tutorial Lengkap Cara Install Composer
Cara Install XAMPP untuk Pengembangan Web Lokal